Pasar Lelang Dibangun, Ijon Tak Berkutik

beritapetani.com – Pasar lelang cabai yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) di Pasar Siborong-borong sejak Maret 2016 sebagai upaya untuk memutus rantai praktik pengijon yang kerap membuat harga cabai melambung. Keterikatan petani dan pengijon juga ditengarai menjadi “sandungan” bagi sebagian besar petani cabai untuk bisa merdeka dan sejahtera.

Melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menginisiasi lelang cabai dan mendiskusikannya dengan Bupati Taput Nikson Nababan. Awalnya, lelang cabai ini sulit untuk terwujud karena akan berbenturan langsung dengan si pengijon yang notabena merupakan warga di Taput.

Namun setelah melalui berbagai pertimbangan dan persiapan sejak tahun 2015, lelang cabai kemudian dijalankan oleh Pemkab Taput dengan memanfaatkan kewenangan yang ada melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pasar lelang cabai pun akhirnya dibuat setiap hari Senin.

Kepala BI Perwakilan Sibolga M Junaifin menuturkan, inisiasi lelang cabai berawal dari produksi tiga kelompok tani binaan BI yang ada di Siborong-borong. Kelompok tersebut menanam cabai dan hasilnya justru dipasok ke pengijon.

“Siborong-borong memang berada di bawah BI Perwakilan Sibolga. Kami sudah bekerja keras membina mereka dan hasilnya cukup bagus. Namun justru keuntungannya diperoleh si pengijon. Karena saat harga cabai di pasaran pernah sampai Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kg, si petani cuma dihargai Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per kg. Ini kan sungguh tidak masuk akal. Bahkan harga yang didapatkan pengijon bisa lebih tinggi jika barang tersebut (cabai) dilempar keluar Sumut seperti Pekanbaru,” katanya.

Pengijon memang berbeda dengan rentenir. Jika rentenir meminjamkan uangnya dengan menarik imbalan melalui pengembaliannya disertai bunga yang tinggi, namun pengijon pembayarannya dengan hasil bumi. Praktiknya, pengijon memberikan modal untuk kebutuhan benih, pupuk hingga uang sewa tanah. Bahkan juga meminjamkan uang untuk biaya sekolah anak-anak petani, keperluan hari raya hingga pesta.

Kondisi tersebut membuat keterikatan si petani dan pengijon cukup kuat. Hingga penentu harga cabai bukan lagi teori supply dan demand. Namun ada di tangan pengijon. “Praktik ini harus diputus. Mengingat cabai juga kerap menyumbang inflasi di Sumut,” kata Junaifin.

Setelah berjalan hampir tiga bulan, lelang cabai mulai bisa mengurangi dominasi pengijon. Petani sudah diberi pemahaman supaya membawa hasilnya ke lelang cabai di Pasar Siborong-borong.

Junaifin menjelaskan, sistem lelang yang digunakan di Pasar Siborong-borong adalah lelang dengan waktu penyerahan fisik segera (spot). Sistem ini satu-satunya di Indonesia. Karena untuk lelang komoditas pertanian, baru ada tiga. Selain di Pasar Siborong-borong, juga ada di Yogyakarta dan Sumatera Barat (Sumbar). Namun kedua provinsi tersebut menggunakan sistem lelang penyerahan beberapa waktu kemudian (forward).

Putusnya dominasi pengijon membuat rantai distribusi cabai ke konsumen menjadi pendek. Otomatis akan membuat harganya murah. Setidaknya, konsumen tidak akan membayar harga 3-5 kali lipat dari harga yang diperoleh petani.

Keberhasilan Pemkab Taput dalam menggolkan Pasar Lelang Cabai, kata Kepala BI Provinsi Sumut Difi A Johansyah, akan menjadi pemacu pada pemda lainnya di Sumut untuk menyejahterakan petani.

Pasar lelang ini tercipta guna meningkatkan harga jual petani yang otomatis memandirikan mereka. Selama ini, kendala dalam mengatasi lonjakan harga cabai karena produksi dikirim keluar Sumut. Itu karena petani tidak komit dan menjual hasil tanamannya ke tengkulak.

“Kerugian kita berlipat-lipat. Petani mendapatkan harga murah, konsumen pun kemudian membelinya dengan harga sangat mahal. Imbasnya, inflasi tidak bisa terjaga. Dengan pasar lelang, petani tidak lagi memiliki ruang berhubungan dengan tengkulak,” katanya.

BI yang memiliki komitmen dalam pengembangan sejumlah bahan pangan penyumbang inflasi, bukan tidak mungkin akan membentuk pasar lelang. Paling besar kemungkinannya adalah pasar lelang bawang yang juga paling rajin mendongkrak inflasi.

Sumber : medanbisnisdaily.com

(sumber: http://beritapetani.com/pasar-lelang-dibangun-ijon-tak-berkutik/)

Facebook Twitter WhatsApp LINE Addthis